Teknologi Air Bersih dari Cabang Pohon

Minggu, 02 Maret 20142komentar

by indonesiaminapolitan


Kompleksitas persoalan masyarakat pesisir dan kepulauan kecil adalah sarana dan prasarana (Lack Infrastructure).Selain energi seperti listrik dan bahan bakar, kebutuhan akan air bersih adalah salah satu problem mendasar. Jika solusinya adalah penyulingan air laut menjadi air tawar, maka persoalannya adalah investasi yang besar. Saat ini diperlukan teknologi tepat guna yang terjangkau dan aplikatif, artinya diperlukan teknologi yang sesederhana mungkin yang dapat diupayakan sendiri melalui pemanfaatan lingkungan sekitar.

Tuhan sudah anugerahkan tanah dengan keajaibannya. Setiap lahan yang bisa menghidupi tanaman, maka sesungguhnya tanah tersebut mengandung sumber air yang cukup untuk konsumsi kebutuhan air bersih penduduknya. Banyak kasus ketika sumber air baik yang tergenang atau di dalam tanah tidak memenuhi syarat standar kebersihan dan kesehatan. Air kotor adalah penyebab utama kematian di negara berkembang . Yang paling umum adalah bakteri patogen yang mencemari air seperti Escherichia coli , Salmonella typhi , Vibrio cholerae , kemudian virus seperti adenovirus , enterovirus , hepatitis , rotavirus, dan protozoa seperti giardia. patogen ini menyebabkan kematian anak dan juga berkontribusi terhadap kekurangan gizi dan pertumbuhan terhambat anak-anak . 


Dalam kasus demikian, saat ini ada terobosan solusi dengan teknologi yang sangat sederhana yang patut kita pertimbangkan dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga. Beberapa penelitian telah bekerja pada rekayasa sistem filtrasi yang lebih murah dan lebih murah selama bertahun-tahun , tapi sekarang sekelompok peneliti telah menemukan dan menjanjikan solusi yang sangat sederhana dan sangat aplikatif, yaitu Pemanfaatan cabang Pohon atau potongan kayu. 

artikel by indonesiaminapolitan


Cabang pohon, Kira-kira 3 cm x 3 gubal dapat menyaring air kotor pada tingkat beberapa liter per hari. Satu instrumen yang dinamakan Xylem Filter cukup untuk memenuhi kebutuhan air minum yang bersih dari satu orang. 

filter air
Warna Hijau menunjukan bakteri yang terperangkap
dalam xylem membran filter berwarna biru dan merah


Sebelum bereksperimen dengan air yang terkontaminasi , air dicampur dengan sejenis tinta merah sebanyak 70-500 nanometer dalam ukuran . Setelah semua cairan melewati , para peneliti mengiris gubal dalam dua bagian memanjang , dan mengamati bahwa banyak dari pewarna merah terkandung dalam lapisan paling atas dari kayu , sedangkan filtrat , atau air kotor dapat disaring menjadi air bersih , jelas . percobaan ini menunjukkan bahwa gubal atau cabang pohon secara alami mampu menyaring partikel besar dari sekitar 70 nanometer . ' Alat filter air sederhana ini ternyata mampu menyaring bakteri E. coli dan sel-sel bakteri lain sebesar 99 persen. Menakjubkan bukan!

Artikel ini juga dimuat di Vivanews

Konsultan Kreatif
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

2 Maret 2014 13.33

Semoga bisa dimanfaatkan orang banyak. Kembangkan terus infonya

2 Maret 2014 23.04

semoga semakin banyak tangan-tangan kreatif yang lahir di bumi pertiwi ini agar bangsa ini lebih sejahtera. Pertanyaannya lalu siapa yang peduli untuk membantu tangan-tangan mereka sehingga hasil kreatifitasnya bisa bermanfaat bagi banyak umat?

Posting Komentar

lazada
 
Support : CBS Consulting | Konsultan Kreatif | Konsultan Kreatif Reviews
Copyright © 2011. Indonesia Minapolitan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger